LAPORAN PENDAHULUAN ANALISIS SWOT
LAPORAN
PENDAHULUAN
ANALISIS SWOT
Diajukan
Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas
Mata Kuliah Stase Manajemen Keperawatan
Disusun Oleh:
Sri Wahyuni, S.Kep.
NPM: 4012200003
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BINA
PUTERA BANJAR
PROGRAM STUDI NERS ANGKATAN KE XV
TAHUN AKADEMIK 2019-2020
ANALISIS SWOT
A.
Pengertian
Analisis SWOT
Analisis
SWOT adalah suatu cara untuk mengidentifikasi berbagai faktor secara sistematis
dalam rangka merumuskan strategi perusahaan. Analisis ini didasarkan pada
logika dapat memaksimalkan kekuatan dan peluang, namun secara bersamaan dapat
meminimalkan kelemahan dan ancaman. Analisis SWOT mempertimbangkan faktor
lingkungan eksternal peluang dan ancaman yang dihadapi dunia bisnis serta
lingkungan internal kekuatan dan kelemahan. Analasis SWOT membandingkan antara
faktor eksternal peluang dan ancaman dengan faktor internal kekuatan dan
kelemahan sehingga dari analisis tersebut dapat diambil suatu keputusan
strategis suatu organisasi (Freddy, 2014).
Menurut
Ferrel dan Harline (2005), fungsi dari Analisis SWOT adalah untuk mendapatkan
informasi dari analisis situasi dan memisahkannya dalam pokok persoalan
internal (kekuatan dan kelemahan) dan pokok persoalan eksternal (peluang dan
ancaman). Analisis SWOT tersebut akan menjelaskan apakah informasi tersebut
berindikasi sesuatu yang akan membantu perusahaan mencapai tujuannya atau
memberikan indikasi bahwa terdapat rintangan yang harus dihadapi atau
diminimalkan untuk memenuhi pemasukan yang diinginkan.
Menurut
Irham Fahmi (2014) untuk menganalisis secara lebih dalam tentang SWOT, maka
perlu dilihat faktor eksternal dan internal sebagai bagian penting dalam
analisis SWOT, yaitu:
1)
Faktor Eksternal
Faktor eksternal ini mempengaruhi
terbentuknya opportunities and threats (O and T). Dimana faktor ini
menyangkut dengan kondisi-kondis yang terjadi di luar perusahaan yang
mempengaruhi dalam pembuatan keputusan perusahaan. Faktor ini mencakup
lingkungan industri dan lingkungan bisnis makro, ekonomi, politik, hukum,
teknologi, kependudukan dan sosial budaya.
2)
Faktor Internal
Faktor internal ini mempengaruhi
terbentuknya strengths and weakness (S and W). Dimana faktor ini
menyangkut dengan kondisi yang terjadi dalam perusahaan, yang mana ini turut
mempengaruhi terbentuknya pembuatan keputusan perusahaan. Faktor internal ini
meliputi semua macam manajemen fungsional: pemasaran, keuangan, operasi, sumber
daya manusia, penelitian dan pengembangan, sistem informasi manajemen dan
budaya perusahaan.
B.
Analisis SWOT
Berikut ini
merupakan penjelasan dari SWOT Freddy (2014) yaitu :
1. Strengths
(faktor kekuatan)
Kekuatan adalah
sumber daya, keterampilan, atau keungulan-keungulan lain yang berhubungan
dengan para pesaing perusahaan dan kebutuhan pasar yang dapat dilayani oleh
perusahaan yang diharapkan dapat dilayani. Kekuatan adalah kompetisi khusus
yang memberikan keunggulan kompetitif bagi perusahaan di pasar
Kekuatan
internal organisasi menyangkut situasi dan kondisi, yaitu potensi yang
dimiliki, seperti:
a. Cita-cita,
kebijakan
b. Tugas
pokok, fungsi dan sasaran
c. Filosofi
dan tata nilai
d. Jumlah
personel, keterampilan dan pengalaman
e. Tingkat
kesetiakawanan personel
f. Teknologi
yang dimiliki
2. Weaknesses (faktor kelemahan)
Kelemahan adalah
keterbatasan atau kekurangan dalam sumber daya, keterampilan dan kapabilitas
yang secara efektif menghambat kinerja perusahaan. Keterbatasan tersebut dapat
berupa fasilitas, sumber daya keuangan, kemampuan manajemen dan keterampilan
pemasaran dapat merupakan sumber dari kelemahan perusahaan.
Berbagai kondisi internal yang melemahkan atau kurang kondusifnya upaya
mengejar visi/misi organisasi, seperti:
a. Buruknya birokrasi organisasi
b. Lemahnya disiplin pegawai
c. Adanya jabatan rangkap
d. Rendahnya kesejahteraan pegawai
e. Lemahnya etos kerja
f. Lemahnya infrastruktur
3. Opportunities (faktor peluang)
Peluang adalah
situasi penting yang menguntungkan dalam lingkungan perusahaan. Kecendrungan-kecendrungan
penting merupakan salah satu sumber peluang, seperti perubahaan teknologi dan
meningkatnya hubungan antara perusahaan dengan pembeli atau pemasok merupakan
gambaran peluang bagi perusahaan.
Opportunities (faktor peluang) merupakan faktor eksternal yaitu
tersedia pada lingkungan yang harus dimanfaatkan oleh organisasi, seperti:
a. Ketersediaan
sumber tenaga kerja
b. Kesadaran
dan ketaatan masyarakat terhadap hukum
c. Kesadaran
politik masyarakat
d. Jaminan
keamanan
Peluang dapat dikatagorikan
dalam tiga tingkatan:
a. Low, jika memiliki daya tarik dan manfaat yang kecil dan peluang
pencapaiannya juga kecil.
b. Moderate, jika memiliki daya tarik dan manfaat yang besar namun peluang
pencapaian kecil atau sebaliknya.
c. Best, jika memiliki daya tarik dan manfaat yang tinggi serta peluang
tercapainya juga besar.
4. Threats (faktor ancaman)
Ancaman adalah segala sesuatu yang terjadi akibat kecenderungan
perkembangan (persaingan) dan tidak dapat dihindari. Ancaman juga dapat dilihat
dari tingkat keparahan pengaruhnya (seriousness) dan kemungkinan
terjadinya (probability of occurence). Ancaman dapat dikatagorikan:
1. Ancaman utama (major threats), adalah ancaman
yang kemungkinan terjadinya tinggi dan dampaknya besar. Untuk ancaman utama
ini, diperlukan beberapa contingency
planning yang harus dilakukan institusi untuk mengantisipasi.
2. Ancaman tidak utama (minor threats), adalah
ancaman yang dampaknya kecil dan kemungkinan terjadinya kecil.
3. Ancaman moderat, berupa kombinasi tingkat keparahan
yang tinggi namun kemungkinan terjadinya rendah dan sebaliknya.
Matriks
SWOT
|
|
S (Strength) Tentukan faktor2 kekuatan internal |
W (Weakness) Tentukan faktor2 kelemahan internal |
|
O (Opportunity) Tentukan faktor-faktor peluang eksternal |
Strategi SO: Ciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang |
Strategi WO: Ciptakan strategi yang meminimalkan kelemahan untuk memanfaatkan peluang |
|
T (Threat) Tentukan faktor-faktor ancaman eksternal |
Strategi ST: Ciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk mengatasi ancaman |
Strategi WT: Ciptakan strategi yang meminimalkan kelamahan dan menghindari ancaman |
Analisis
SWOT
|
sd internal peningkatan kerja sd eksternal |
kekuatan (strengths) 1. 2. |
kelemahan (weaknesses) 1. 2. |
|
peluang (opportunities) 1. 2. |
strategi so: mengandung berbagai alternatif strategi yang bersifat memanfaatkan peluang dengan mendaya gunakan keluaran/ kelebihan yang diminta perusahaan |
strategi wo: bersifat memanfaatkan peluang eksternal untuk mengatasi kelemahan perusahaan |
|
tantangan (threats) 1. 2. |
strategi st: katagori alternatif strategi yang memanfaatkan atau mendayagunakan kekuatan untuk mengatasi ancaman |
strategi wt: katagori alternatif strategi sebagai solusi dari assessment atas kelemahan perusahaan dan ancaman yang dihadapi atau usaha menghindari ancaman untuk mengatasi kelemahan perusahaan |
C.
Langkah-langkah
SWOT
Dalam
penyusunan SWOT terdapat empat langkah utama:
1. Mengidentifikasi strategi yang telah ada sebelumnya.
Strategi ini mungkin tidak disusun berdasarkan kebutuhan “usaha” menghadapi
gejala perubahan lingkungan eskternal yang ada, melainkan merupakan strategi
“warisan” yang telah ada sejak lama.
2. Mengidentifikasi perubahan-perubahan lingkungan yang
dihadapi oleh “usaha” dan masih mungkin terjadi di masa mendatang.
3. Membuat cross
tabulation antara strategi yang ada saat ini dengan perubahan
lingkungan-usaha yang ada.
4. Menentukan katagorisasi kekuatan dan kelemahan
berdasarkan penilaian apakah strategi yang saat ini ada masih sesuai dengan
perubahan lingkungan bisnis di masa mendatang. Jika masih sesuai strategi
tersebut menjadi kekuatan/peluang; kalau sudah tidak sesuai, maka strategi itu
merupakan kelemahan.
D.
Pengertian
Strategi
Strategi yaitu
rencana tindakan yang menerangkan tentang alokasi sumber daya serta berbagai
aktivitas untuk menghadapi lingkungan, memperoleh keunggulan bersaing dan
mencapai tujuan perusahaan. Keunggulan bersaing (competitive advantege) adalah hal yang membedakan suatu perusahaan
dari perusahaan lain dan memberi ciri khas bagi perusahaan untuk memenuhi
kebutuhan pasar konsumen. Inti perumusan strategi adalah menentukan bagaimana
perusahaan kita akan berbeda dengan perusahaan lain (Richard L. Daft, 2010).
Ada Empat Tingkatan Strategi:
1. Enterprise Strategy
Strategi ini berkaitan dengan respons masyarakat. Dalam
strategi enterprise terlihat relasi antara organisasi dan masyarakat luar,
sejauh interaksi itu akan dilakukan sehingga dapat menguntungkan organisasi.
Strategi itu juga menampakkan bahwa organisasi sungguh-sungguh bekerja dan
berusaha untuk memberi pelayanan yang baik terhadap tuntutan dan kebutuhan
masyarakat.
2. Strategi Korporat
Strategi ini berkaitan dengan misi organisasi,
sehingga sering disebut Grand Strategy
yang meliputi bidang yang digeluti oleh suatu organisasi.
3. Strategi Bisnis
Strategi pada tingkat ini menjabarkan bagaimana
merebut pasar di tengah masyarakat. Bagaimana menempatkan organisasi di hati
para penguasa, para donor dan sebagainya. Semua itu dimaksudkan untuk dapat
memperoleh keuntungan-keuntungan strategi yang sekaligus mampu menunjang
berkembangnya organisasi ke tingkat yang lebih baik.
4. Strategi Fungsional
Strategi ini merupakan strategi pendukung dan untuk
menunjang suksesnya strategi lain. Strategi fungsional dibagi menjadi 3:
a. Strategi fungsional ekonomi, yaitu mencakup
fungsi-fungsi yang memungkinkan organisasi hidup sebagai satu kesatuan ekonomi
yang sehat, antara lain yang berkaitan dengan keuangan, pemasaran, sumber daya,
penelitian dan pengembangan.
b. Strategi fungsional manajemen, mencakup
fungsi-fungsi manajemen yaitu planning,
organizing, implementating, controlling,
staffing, leading, motivating, communicating, decision making, representing, dan integrating.
c. Strategi isu strategi, fungsi utamanya ialah
mengontrol lingkungan, baik situasi lingkungan yang sudah diketahui maupun
situasi yang belum diketahui atau yang selalu berubah.
Jenis-Jenis Strategi:
1.
Strategi
Integrasi
Integrasi ke depan, integrasi ke belakang, integrasi
horizontal, semuanya disebut sebagai integrasi vertikal. Strategi integrasi
vertikal memungkinkan perusahaan dapat mengendalikan para distributor, pemasok
dan/atau pesaing.
2. Strategi Intensif
Penetrasi pasar dan pengembangan produk kadang
disebut sebagai strategi intensif karena semuanya memerlukan usaha-usaha
intensif jika posisi persaingan perusahaan dengan produk yang ada hendak
ditingkatkan.
3. Strategi Diverifikasi
Ada tiga jenis strategi diverifikasi, yaitu diverifikasi
konsentrik, horizontal dan konglomerat. Menambah produk atau jasa baru, namun
masih terkait biasanya disebut diverifikasi konsentrik. Menambah produk atau
jasa baru yang tidak terkait untuk pelanggan yang sudah ada disebut diverifikasi
horizontal. Menambah produk atau jasa baru yang tidak seperti di
atas, disebut diverifikasi konglomerat.
4. Strategi Defensif
Organisasi juga dapat menjalankan strategi
rasionalisasi biaya, divestasi atau likuidasi. Rasionalisasi biaya, terjadi
ketika suatu organisasi melakukan restrukturisasi melalui penghematan biaya dan
aset untuk meningkatkan kinerja yang sedang menurun. Divestasi adalah menjual
suatu divisi atau bagian dari organisasi. Divestasi sering digunakan untuk
meningkatkan modal yang selanjutnya akan digunakan untuk akusisi atau investasi
strategis lebih lanjut. Likuidasi adalah menjual semua aset sebuah perusahaan
secara bertahap sesuai nilai nyata aset tersebut. Likuidasi merupakan pengakuan
kekalahan dan akibatnya bisa merupakan strategi yang secara emosional sulit
dilakukan. Namun, barangkali lebih baik berhenti beroperasi daripada terus
menderita kerugian dalam jumlah besar.
5.
Strategi Umum
Michael Porter
Menurut Porter, ada tiga landasan strategi yang
dapat membantu organisasi memperoleh keunggulan kompetitif, yaitu keunggulan
biaya, diferensiasi dan fokus. Porter menamakan ketiganya strategi umum.
E.
Menentukan
Strategi Berdasarkan Analisis SWOT
Setelah hasil analisis SWOT dilakukan yang menghasilkan faktor-faktor internal (Kekuatan/Strengths
dan Kelamahan/Weaknesses) dan eksternal (Peluang/Opportunities
dan Ancaman/Threats), hasil tersebut digunakan untuk menentukan
strategi-strategi, yaitu:
1.
Startegi SO
dengan mengembangkan suatu strategi dalam memanfaatkan kekuatan (S) untuk
mengambil manfaat dari peluang (O) yang ada.
2.
Strategi WO
yaitu mengembangkan suatu strategi dalam memanfaatkan peluang (O) untuk
mengatasi kelemahan (W) yang ada.
3.
Strategi ST
yaitu dengan mengembangkan suatu strategi dalam memanfaatkana kekuatan (S)
untuk menghindari ancaman (T).
4.
Strategi WT
yaitu dengan mengembangkan suatu strategi dalam mengurangi kelemahan (W) dan
menghindari ancaman (T).
|
faktor-faktor internal faktor-faktor eksternal |
(S) Strengths/ Kekuatan |
(W) Weaknesses/ Kelemahan |
|
(O) Opportunities/Peluang |
Strategi SO: mengembangkan suatu strategi dalam memanfaatkan
kekuatan (S) untuk mengambil manfaat dari peluang (O) yang ada. |
Strategi WO: mengembangkan suatu
strategi dalam memanfaatkan peluang (O) untuk mengatasi kelemahan (W) yang
ada. |
|
(T) Threats/Ancaman |
Strategi ST: mengembangkan suatu strategi dalam memanfaatkana
kekuatan (S) untuk menghindari ancaman (T). |
Strategi SO: mengembangkan
suatu strategi dalam mengurangi kelemahan (W) dan menghindari ancaman (T). |
F.
Metode Survei untuk Analisis SWOT
Untuk mendapatkan
informasi dari berbagai narasumber melalui analisis SWOT di atas digunakan
metode survei dengan frame sample pihak-pihak (stakeholders) yang bias memberikan penilaian aspek internal dan
eksternal yang mempengaruhi kinerja suatu institusi atau lembaga. Untuk itu,
dibutuhkan langkah-langkah sebagai berikut:
1.
Melakukan Focus Group Discussion
(FGD) untuk mendapatkan gambaran awal dari peta permasalahan yang dihadapi oleh
“usaha” atau “institusi”. FGD harus dilakukan dengan komprehensif artinya
melibatkan seluruh stakeholders
sehingga peta permasalahaan yang terbentuk telah mewakili seluruh kepentingan stakeholders. Karena sifatnya yang bersumber
dari informasi kualitatif, maka pemilihan peserta (narasumber) yang credible sangat mempengaruhi hasil akhir
dari FGD sehingga harus dilakukan dengan beberapa kualifikasi khusus.
2.
Pembuatan kuesioner SWOT berdasarkan
informasi yang telah dikumpulkan dalam FGD. Secara umum kuesioner ini memiliki katagorisasi penilaian sebagai berkut:
a. Penilaian faktor internal dan eksternal. Responden
memberikan preferensi opininya terhadap faktor-faktor internal dan eksternal
dari “usaha” atau institusi pada saat ini dan perkiraan di masa mendatang.
b. Penilaian urgensi. Responden diminta untuk menilai
tingkat urgensi faktor tersebut untuk ditangani. Penilaian ini berhubungan
dengan skala prioritas dalam menyelesaikan persoalan-persoalan pembangunan yang
tercermin melalui faktor-faktor yang dinilai.
Setelah kuesioner terisi dan terkumpul semua, penilaian faktor dilakukan
dengan meranking bobot penilaian pada ”penilaian responden” yang memiliki nilai
maksimal 6 dan minimal 1. Faktor-faktor yang memiliki nilai di atas median
(atau rata-rata dilihat dari persebaran distribusi probabilitasnya) disebut
dengan ”kekuatan” pada analisis internal dan disebut ”peluang” pada analisis
eskternal. Sebaliknya faktor-faktor yang memiliki nilai penilaian di bawah
median disebut dengan ”kelemahan” pada analisis internal dan disebut ”ancaman”
pada analisis eksternal.
Suatu kuadran faktor pembangunan dapat dibentuk, yaitu suatu blok yang
menjelaskan posisi dari kombinasi faktor internal dan eksternal pembangunan,
dengan kombinasi:
a.
Kekuatan-peluang
(S-O),
b.
Kekuatan-ancaman
(S-T),
c.
Kelemahan-peluang
(W-O)
d.
Kelemahan-ancaman
(W-T).
Sebelum menentukan kuadran, harus dilihat terlebih dahulu uji konsistensi
dari pengolahan kuesioner SWOT. Uji konsistensi pengisian kuesioner
mensyaratkan dua asumsi utama, yaitu:
a.
Untuk
Prioritas, rata-rata nilai prioritas seluruh faktor dominan (S/O) > faktor
non-dominan (W/T)
b.
Untuk Urgensi,
rata-rata nilai urgensi faktor non-dominan (W/T) > faktor dominan (S/O)
Menjumlahkan seluruh bobot prioritas dan urgensi sehingga di dapatkan
kombinasi nilai dari faktor internal dan eksternal.
G.
Pendekatan dalam analisis SWOT
1. Pendekatan kuantitatif analisis SWOT
Data SWOT
kualitatif di atas dapat dikembangkan secara kuantitaif melalui perhitungan analisis
SWOT yang dikembangkan oleh Pearce dan Robinson (1998) agar diketahui secara
pasti posisi “usaha” atau institusi yang sesungguhnya. Perhitungan yang
dilakukan melalui tiga tahap, yaitu:
a. Melakukan perhitungan skor (a) dan bobot (b) poin
faktor setta jumlah total perkalian skor dan bobot (c = a x b) pada setiap
faktor S-W-O-T;
Menghitung
skor:
1)
Masing-masing
poin faktor dilakukan secara saling bebas penilaian terhadap sebuah point
faktor tidak boleh dipengaruhi atau mempengeruhi penilaian terhadap point
faktor lainnya. Pilihan rentang besaran skor sangat menentukan akurasi
penilaian namun yang lazim digunakan adalah dari 1 sampai 10, dengan asumsi
nilai 1 berarti skor yang paling rendah dan 10 berarti skor yang peling tinggi.
2)
Perhitungan
bobot (b) masing-masing faktor dilaksanakan secara saling ketergantungan. Penilaian terhadap satu faktor dilakukan
dengan membandingkan tingkat kepentingannya dengan faktor lainnya. Sehingga
formulasi perhitungannya adalah nilai yang telah didapat (rentang nilainya sama
dengan banyaknya point faktor) dibagi dengan banyaknya jumlah point faktor).
3)
Melakukan
pengurangan antara jumlah total faktor S dengan W (d) dan faktor O dengan T
(e); Perolehan angka (d = x) selanjutnya menjadi nilai atau titik pada sumbu X,
sementara perolehan angka (e = y) selanjutnya menjadi nilai atau titik pada
sumbu Y
4)
Mencari posisi
organisasi yang ditunjukkan oleh titik (x,y) pada kuadran SWOT.
2. Pendekatan kualitatif matriks SWOT
Pendekatan
kualitatif matriks SWOT sebagaimana dikembangkan oleh Kearns menampilkan
delapan kotak, yaitu dua paling atas adalah kotak faktor eksternal (Peluang dan
Tantangan) sedangkan dua kotak sebelah kiri adalah faktor internal (Kekuatan
dan Kelamahan). Empat kotak lainnya merupakan kotak isu-isu strategis yang
timbul sebagai hasil titik pertemua antara faktor-faktor internal dan
eksternal.
3. Analisis
kuadran dalam SWOT
Keterangan:
a. Kuadran I (positif, positif)
Posisi ini
menandakan sebuah “usaha” atau organisasi yang kuat dan berpeluang. Rekomendasi
strategi yang diberikan adalah “Progresif”, artinya usaha atau organisasi dalam
kondisi prima dan mantap sehingga sangat mungkin untuk terus melakukan
ekspansi, memperbesar pertumbuhan dan meraih kemajuan secara maksimal.
b. Kuadran II (positif, negatif)
Posisi
ini menandakan sebuah organisasi yang kuat namun menghadapi tantangan yang
besar. Rekomendasi strategi yang diberikan adalah diverifikasi strategi,
artinya organisasi dalam kondisi mantap namun menghadapi sejumlah tantangan
berat sehingga diperkirakan roda organisasi akan mengalami kesulitan untuk
terus berputar bila hanya bertumpu pada strategi sebelumnya. Oleh karenya,
organisasi disarankan untuk segera memperbanyak ragam strategi taktisnya.
c. Kuadran III (negatif, positif)
Posisi
ini menandakan sebuah organisasi yang lemah namun sangat berpeluang. Rekomendasi
strategi yang diberikan adalah ubah strategi, artinya organisasi disarankan
untuk mengubah strategi sebelumnya. Sebab, strategi yang lama dikhawatirkan
sulit untuk dapat menangkap peluang yang ada sekaligus memperbaiki kinerja
organisasi.
d. Kuadran IV (negatif, negatif)
Posisi
ini menandakan sebuah organisasi yang lemah dan menghadapi tantangan besar. Rekomendasi
strategi yang diberikan adalah strategi bertahan, artinya kondisi internal
organisasi berada pada pilihan dilematis. Oleh karenanya organisasi disarankan
untuk menggunakan strategi bertahan, mengendalikan kinerja internal agar tidak
semakin terperosok. Strategi ini dipertahankan sambil terus berupaya membenahi
diri.
DAFTAR PUSTAKA
Freddy,
R. 2014. Analisis SWOT: Teknik Membedah
Kasus Bisnis. Jakarta: PT Gramidia Pustaka Utama.
Ferrel,
O.C and Harline. 2005. Marketing Strategy.
South Western: Thomson Comporation.
Fahmi, Irham. 2014. Analisis laporan Keuangan. Bandung: Alfabeta.

Comments
Post a Comment